Sunday, March 27, 2011

Tips Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja

Di bulan April 2011 AIMI Jawa Tengah bekerja sama dengan Jogja Parenting
Community (JPC) akan mengadakan Kelas EdukASI dengan topik *Breastfeeding**
Tips for Working Moms* di kota Jogja.

Acara ini terbuka untuk umum, terutama bagi para orang tua, serta calon ayah
dan calon ibu di Jogja dan sekitarnya yang akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal: *Minggu. 10 April 2011*

Waktu: *pkl. 09.00 – 12.00 WIB*

Tempat : * Kampus 2 FIP UNY Jl Kenari no 6 jogja (belakang halte trans jogja
mandala krida jogja/timur SMK 6)

**Materi yang akan diberikan adalah:

- hak2 ibu bekerja untuk tetap menyusui
- persiapan untuk kembali bekerja
- tips meningkatkan supply ASI
- anatomi payudara
- teknik memerah, menyimpan dan memberikan ASIP

Tidak ketinggalan ada praktek langsung:
- memijat payudara
- memerah ASI dengan tangan
- pijat punggung untuk melancarkan ASI

Ditambah lagi dengan menonton langsung video memerah ASI dengan tangan, demo
memberikan ASIP dengan cangkir/cawan.

*HTM:* (termasuk snack, cd materi, blocknote)

- Member AIMI: Rp 55.000/single atau Rp 100.000/couple
- Umum: Rp 60.000/single atau Rp 110.000/couple

Transfer ke no rekening 137-00-0672582-0 Bank Mandiri MM UGM, an. Fitri
Andyaswuri

*Info & pendaftaran:*
Retno 0812 269 7057
jogjaparenting@gmail.com

Catatan :
Maksimal peserta 20 orang

salam ASI
Retno

Monday, January 24, 2011

PESAT 4 JOGJA 26,27 PEBRUARI 2011

Dear Smart Parents,

Sebagai wujud kepedulian pada kesehatan anak-anak, serta meningkatnya keinginan para orangtua akan pengetahuan yang komprehensif tentang kesehatan anak, maka kami, Panitia Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua (PESAT) Yogyakarta, dibawah bimbingan dr. Purnamawati, SpAK, MMPed,
(didukung oleh Yayasan Orang Tua Peduli/YOP dan WHO), akan mengadakan PESAT 4 Yogyakarta

WAKTU :
Sabtu dan Minggu, 26-27 Pebruari 2011. Pukul 08.30-15.00 WIB.

SESI I (Hari Sabtu Tanggal 26 Februari 2011)

Topik 1 : Common Problems (Batuk Pilek¸Diare, Konstipasi, dan Muntah)

Diare, muntah, sakit perut, batuk dan pilek adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh
infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu? Does my child really need drugs?
Perlukah saya panik? Kapan saya harus membawanya ke Dokter atau Rumah Sakit? Diskusikan disini!


Topik 2 : Demam dan Penanganannya

Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, demam adalah gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi ? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam? Berbahayakah kejang demam? Apakah tiap kali anak demam perlu diberi obat anti kejang? Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam, berikut tata laksana penanganannya secara rasional. Diskusikan pada sesi ini!

Topik 3 : MPASI(Makanan Pendamping ASI) dan Menilai Tumbuh kembang Anak

Umur berapa anak saya boleh mulai makan? Makanan apa yg diberikan pertama kali? Seberapa banyak porsi yg diberikan? Bagaimana cara menyiapkan MPASI yg sehat untuk anak saya? Apakah tumbuh kembang anak saya normal? Apakah anak saya terlalu langsing/kurus? Apakah anak langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Perlukah saya memberimya suplemen dan vitamin tambahan? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar? Apa itu Body Mass Index (BMI) dan apa fungsinya? Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif? Bagaimana
memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak? Semua diterangkan disini .


SESI II (Hari Minggu Tanggal 27 Februari 2011)

Topik 1 : Seputar Imunisasi

Apa itu imunisasi?, Apakah perlu imunisasi?, Apakah imunisasi memberikan proteksi terhadap berbagai infeksi?, Apa itu imunisasi simultan, cacth up?
Adakah bahaya dan efek samping imunisasi? Apakah bahaya tersebut lebih besar dari kegunaannya? Tuntaskan keingintahuan Anda dengan menyimak dan berdiskusi pada sesi ini.

Topik 2 : Kegawatdaruratan pada anak serta cara penanganannya

"Bagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!". "Tolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?". ”Anakku mimisan, bagaimana ya
menghentikannya?” Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat
darurat seperti ini pada Anak? Temukan pada sesi ini.

Topik 3 : Layanan Kesehatan Terbaik untuk Konsumen, Rational Use of Medicines (RUM)

Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggungjawab layanan kesehatan?Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (*a pill for an ill*)?
- Sembunyikan kutipan teks -
Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat

*PEMBICARA*
Pembicara tetap :
Dr. Purnamawati S Pujiarto, Sp.Ak, MMPed

Pembicara Smart Parent Jakarta :
Esti Handayani

LOKASI ACARA:
Gedung CIMB Niaga
Jl. Sudirman No. 50
Yogyakarta

PENDAFTARAN DAN KONFIRMASI PEMBAYARAN:
Kiky, telp/sms : 0818272517
Diani 0274 2122284

Email : pesat.jogja@gmail.com

BIAYA KEIKUTSERTAAN:
- Per sesi:
Rp. 70.000,-/orang; Rp.130.000,-/pasangan

- Terusan (2 sesi) :
Rp. 125.000,-/orang; Rp. 240.000,-/pasangan

Biaya diatas termasuk biaya penggandaan makalah, seminar kit, dan konsumsi

Pembayaran bisa dilakukan melalui :
BCA KCU Yogyakarta nomor rek 0372061829 an Candra Rudi Sanjaya

Note :
apabila tidak menggunakan rek sendiri mohon mencantumkan/
mengkonfirmasikan kepada panitia, untuk cross check data.

PERSYARATAN DAN TATA TERTIB :
a. Mohon kehadiran peserta 30 menit sebelum acara untuk pendaftaran ulang.
b. Membawa bukti transfer.
c. Membawa copy buku kesehatan anak dan copy resep dokter anak
d. Apabila mendaftar Via Email mohon mengisi form pendaftaran sebagai berikut :

DATA PESERTA
Nama:
Suami / Istri (untuk Peserta Pasutri) : ........
Status: Single/Married
Alamat:
Nomor telepon/HP yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan:
Jumlah Anak:
Nama Anak / Tanggal Lahir (Usia):
(1) ............ ..
(2) ............ ..
Sesi yang diikuti : (*lingkari pilihan Anda)
1. Sesi I : sendiri / pasangan
2. Sesi II : sendiri / pasangan

e. Perhatian: Bagi calon peserta yg memiliki kemudahan akses internet, diharapkan dengan sangat untuk mendaftar melalui email ke panitia
f. Untuk mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh, diharapkan untuk mengikuti seluruh sesi
- Sembunyikan kutipan teks -
g. Pendaftaran bisa melalui salah satu panitia [pendaftaran dan pertanyaan melalui milis tidak bisa kami layani]
h. Pendaftaran ditutup apabila quota telah terpenuhi

Salam Hangat,
Panitia PESAT 4 Yogyakarta

Seminar Pesat ini bekerja sama dengan : Jogja Parenting Community, CIMB Niaga

Saturday, November 6, 2010

Dapur Umum MPASI Korban Bencana Merapi

Jogja Parenting Community (JPC) akan mendirikan dapur umum untuk membuat MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk bayi korban Bencana Merapi, di kediaman Fitri Titi, perum minomartani, jl Tengiri Raya 15 Jogja.

Bagi siapa saja yang ingin menyumbang bahan, uang atau tenaga silahkan contact:

Fitri 08122720676
ym: titi_fitri

Reny 085643449817
ym: renypayus

Bahan-bahan yang akan digunakan adalah bahan bahan yang mudah didapat seperti: tepung beras merah/putih, kacang hijau, daging ayam, sapi, wortel, kentang, buncis, buah buahan dll agar menu bervariasi. Plastik bening, wadah makan persegi dari mika, sendok plastik dan air mineral.

MPASI akan didistribusikan ke beberapa titik pengungsian atau posko posko terdekat.
Distribusi logistik sudah dilakukan jpc ke Glagaharjo Sleman dan Keputran Klaten

Terima Kasih
www.jogjaparenting.com

Tuesday, September 28, 2010

Talkshow Deteksi Dini Kanker pada Anak

Dear all smart parents

"Mencegah lebih baik daripada mengobati"

Tentu saja kita tidak menginginkan anak, keluarga dan diri kita sendiri terkena kanker. Namun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Untuk itu prinsip "Mencegah lebih baik daripada mengobati" adalah benar setidaknya apabila kita belajar dan mengetahui hal-hal yang perlu dihindari maka pencegahan dapat kita lakukan.
Terlebih pada anak-anak tentu saja kita harus lebih berhati-hati.

Selain itu Kanker bukanlah penyakit yang ringan terlebih bila terjadi pada anak-anak, Namun kanker pada anak dapat disembuhkan bila dideteksi secara dini dan dengan pengobatan serta perawatan yang dilaksanakan dengan sarana/prasarana yang memadai.
Untuk tahu lebih banyak jenis-jenis kanker pada anak, gejalanya, pengobatannya, dan pencegahannya Jogja Parenting Community bekerjasama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia akan mengadakan:

"Talkshow Deteksi Dini Kanker pada Anak "

Sabtu, 09 Oktober 2010 jam 08.30 s.d. 12.00 WIB

Pemateri : Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.AK
(dokter spesialis anak pada RSUP dr.Sardjito & Staff Pengajar pada Fakultas Kedokteran UGM)

Tempat : di Aula C Dinas Kesehatan Propinsi DIYJl. Tompeyan TR III/201 Yogyakarta (Barat Perempatan Pingit)

Kontribusi Peserta Rp 25.000/orang (Fasilitas snack, makalah & tanya jawab)

Pembayaran Transfer
Bank BCA 4560379809 a.n. Yanna Hudayanti
Bank BNI 0038217998 a.n. Fitri Andyaswuri

Informasi & Pendaftaran :
Diani 0274 2122284 (fren)
Fitri 081 2272 0676 (simpati)
Yanna 0274 6862265 (fleksi)

Pendaftaran langsung dapat dilakukan juga di tempat-tempat berikut

1. Diani, Kampus 2 FIP UNY Jl. Kenari no.6 (Selatan Halte Trans Mandala Krida) Telp. 513455 atau 2122284

2. Rudi, Percetakan CV. Liana Sanjaya Jl. Sultan Agung No. 39 Yogyakarta Telp 085 6285 7669

3. Mentari Organik, Perum Minomartani, Jl. Tengiri Raya No.15 Yogyakarta Telp. 081 2272 0676


Saturday, June 12, 2010

Memahami Pneumokokus Pada Bayi

Yuk berikan ASI pada si kecil sejak dini, agar kekebalan tubuhnya sempurna :)

quote :

*Lantas, bagaimana sebaiknya sikap orang tua menghadapi kondisi ini?
Dokter Purnamawati, spesialis anak yang juga salah satu pendiri Yayasan
Orang Tua Peduli, menyatakan penyebab pneumonia dan meningitis banyak
sekali. Virus dan kumannya macammacam, tak selalu Streptococcus
pneumoniae, tapi bisa saja kuman HiB, tuberkulosis, dan lainnya. Belum
ada data tentang virus atau bakteri apa yang paling banyak menyebabkan
pneumonia dan meningitis di sini

Memang, vaksin IPD yang masuk ke Indonesia bagus, karena mengandung
tujuh jenis kuman Streptococcus pneumoniae. Tidak soal jika orang tua
memberikan vaksin ini pada anak. Masalahnya, apakah bakteri
Streptococcus yang ada di sini termasuk tujuh jenis bakteri di dalam
vaksin itu. Jangan sampai, seperti terjadi di beberapa negara Asia dan
Afrika, vaksin ini ternyata tidak mencakup bakteri Streptococcus yang
ada di sini.*

Jadi yang terpenting adalah membentuk kekebalan tubuh anak sejak dini.
Yang paling sakti adalah air susu ibu. Dokter Sri Rezeki mengingatkan
salah satu risiko tertinggi terkena pneumokokus adalah tidak atau hanya
sebentar mendapat ASI. ”Menyusui terbukti menurunkan angka terkena
penyakit infeksi pada bayi dan anak,” katanya.

Pengancam Bayi
Pneumokokus, penyebab utama kematian anak. Dapat dicegah dengan vaksin
dan peningkatan kekebalan tubuh.

TANTY masih pedih mengenang peristiwa itu. Pukul satu dini hari beberapa
tahun lalu, Farel Nauval Isya, anaknya, tibatiba mengerang. Wajah bayi
yang belum genap setahun itu mendadak pucat. Tanty segera memboyongnya
ke rumah sakit. Setiba di ruang dokter, putranya tak bisa bernapas
sehingga diberi pernapasan buatan. Farel menggelepar, hingga akhirnya
maut menjemput.

Baru belakangan Tanty paham, putra tercintanya terinfeksi bakteri
pneumokokus yang menyerang saluran pernapasan. Kasus ini diangkat dalam
advokasi Asian Strategic Alliance for Pneumococcal Disease Prevention
(ASAP) Indonesia yang dihadiri sekitar 250 dokter dan tenaga medis di
Denpa sar, 25 Maret lalu.

Aliansi strategis pencegahan infeksi pneumokokus ini adalah kelompok
independen di Asia yang beranggotakan 20 negara, termasuk Indonesia.

Di negeri kita, pneumokokus menyebabkan sekitar dua juta kematian setiap
tahun. Hampir separuhnya adalah anak di bawah lima tahun. Dari beraneka
penyakit pneumokokus, yang paling tinggi menyebabkan maut adalah
pneumonia (radang paru).

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), 98 orang bayi meninggal setiap
jam akibat pneumonia di Asia Pasifik. Satu dari lima kematian anak di
dunia disebabkan penyakit ini. Maka WHO pun menyebut pneumonia sebagai
”penyakit terlupakan pembunuh anakanak”. Badan Perserikatan BangsaBangsa
juga menempatkan Indonesia di urutan keenam—setelah India, Cina,
Nigeria, Pakistan, Bangladesh—terbanyak penderita pneumonia.

Profesor Sri Rezeki Hadinegoro, spesialis anak konsultan penyakit tropis
dan infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo, Jakarta, yang juga wakil Indonesia di ASAP, menjelaskan
penyakit pneumokokus adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan bakteri
Streptococcus pneumoniae. Bakteri pneumokokus ada lebih dari 90 tipe.
Sebelas di antaranya ganas dan mematikan.

Pneumokokus dapat menyebabkan invasive pneumococcal disease atau IPD,
antara lain, pneumonia (radang paru), bakteremial (infeksi bakteri dalam
darah), sepsis (darah yang teracuni), meningitis (radang selaput otak).

Ada pula pneumokokus yang bersifat noninvasif, yaitu yang menyebabkan
penyakit di telinga, hidung, atau tenggorokan (THT), seperti media
otitis (radang telinga tengah) dan sinusitis (infeksi pada sinus). Jika
tidak ditangkal atau ditangani dengan tepat, penyakit pneumokokus dapat
menyebabkan hilangnya pendengaran, kemunduran inteligensi, kesulitan
berbicara, kelumpuhan, hingga kematian.

Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana, Denpasar, mengungkapkan bakteri pneumokokus ini dapat ditemukan
pada tenggorokan dan rongga hidung orang dewasa serta bayi dan anakanak.
Yang patut diwaspadai, penyakit ini bisa dengan mudah menjangkiti anak
sehat yang datang dari lingkungan sehat. Ia menyebar dengan sangat mudah
hanya melalui udara, yaitu ketika penderita atau pembawa penyakit
(carrier) batuk, bersin, dan memercikkan ludah.

Memang, berdasarkan data WHO, tak semua kasus pneumonia disebabkan
pneumokokus. Hanya setengah dari jumlah total penderita pneumonia yang
terjangkit pneumokokus. Sedangkan 30 persen akibat terinfeksi bakteri
Haemophilus influenza tipe B (HiB). Sisa nya disebabkan virus dan
bakteri lain. Dua bakteri itu—pneumokokus dan HiB—juga menjadi penyebab
meningitis pada anak.

Dari berbagai macam penyakit yang disebabkan pneumokokus, dua yang utama
adalah pneumonia dan meningitis. Pneumonia adalah radang paru atau dalam
bahasa awam paruparu basah. Kantong udara di paru dipenuhi cairan.
Artinya, organ pernapasan itu tak bisa mengantar oksigen secara efektif
ke pembuluh darah. Selain karena pneumokokus, pneumonia juga bisa
disebabkan virus dan bakteri lain, serta parasit dan jamur.

Sedangkan meningitis adalah penyakit yang menyerang selaput otak atau
pembuluh yang melindungi otak dan susunan saraf pusat. Penyebabnya
infeksi bakteri atau virus meningitis. Kasus ini paling sering menimpa
anak di bawah lima tahun, 1725 tahun, dan di atas 55 tahun. Yang paling
rentan adalah mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Efek
meningitis sangat beragam, mulai dari kehilangan tungkai atau lengan,
gangguan pendengar an, gangguan mental, hingga kematian.

Bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan
tenggorokan anakanak dan dewasa yang sehat, dengan empat serotipe
berbeda yang terkandung secara bersamaan. Artinya, tidak semua individu
akan menderita penyakit ini ketika terkena bakteri ini. Namun tetap saja
pa tut waspada. Sebab, ketika sudah terjadi kolonisasi bakteri dalam
tubuh, orang tersebut akan menjadi pembawa sekaligus penyebar penyakit
melalui partikel udara: lewat bersin, batuk, percik an ludah, serta
kontak tubuh.

Karena tak ada keluhan atau gejala apa pun, si carrier sering tak
menyadari kondisinya. Ironisnya, seperti dikemukakan Soetjiningsih, yang
paling banyak menularkan bakteri ini justru orang rumah. Ia mengemukakan
sebuah penelitian di Bandung terhadap bayi baru lahir hingga usia dua
bulan pada 2006. Ternyata, dari semua res ponden yang mengidap
pneumokokus, lebih dari setengahnya tertular pneumokokus dari kakaknya
dan 11,9 dari ibunya. Sisanya tertular dari orang lain di luar keluarga.

Soetjiningsih menyebutkan, kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi
pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya
sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau
asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi
resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.

Karena ada berbagai jenis penyakit yang disebabkan pneumokokus,
gejalanya juga beragam. Gejala meningitis antara lain demam dan sakit
kepala, mual, muntah, kaku pada leher dan fotofobia (sakit karena
melihat cahaya) pada anak yang lebih besar. Pada bayi biasanya ditandai
demam dan tandatanda penyakit tidak spesifik lainnya. Sedangkan gejala
pneumonia adalah gemetar tibatiba, kedinginan, batuk, demam, dan sesak.
Media otitis akut (radang telinga tengah) ditandai demam, sakit pada
telinga, dan pende ngaran terganggu.

Salah satu pencegahan pneumokokus adalah dengan imunisasi Pneumococcal
Saccharine Conjugated Vaccine (PCV7). Vaksin ini membantu mencegah
penyakit pneumokokus invasif (IPD) pada anak di bawah dua tahun, dan
melin dungi anak hingga sembilan tahun.

Masalahnya, di Indonesia harga vaksin ini termasuk mahal: Rp 800 ribu
hingga Rp 1 juta sekali suntik. Padahal vaksin ini mesti diberikan satu
seri, yakni tiga kali. Selain itu, baru ada satu perusahaan obat yang
memproduksi vaksin ini, sehingga dikhawatirkan bisa terjadi ”monopoli”.

Lantas, bagaimana sebaiknya sikap orang tua menghadapi kondisi ini?
Dokter Purnamawati, spesialis anak yang juga salah satu pendiri Yayasan
Orang Tua Peduli, menyatakan penyebab pneumonia dan meningitis banyak
sekali. Virus dan kumannya macammacam, tak selalu Streptococcus
pneumoniae, tapi bisa saja kuman HiB, tuberkulosis, dan lainnya. Belum
ada data tentang virus atau bakteri apa yang paling banyak menyebabkan
pneumonia dan meningitis di sini

Memang, vaksin IPD yang masuk ke Indonesia bagus, karena mengandung
tujuh jenis kuman Streptococcus pneumoniae. Tidak soal jika orang tua
memberikan vaksin ini pada anak. Masalahnya, apakah bakteri
Streptococcus yang ada di sini termasuk tujuh jenis bakteri di dalam
vaksin itu. Jangan sampai, seperti terjadi di beberapa negara Asia dan
Afrika, vaksin ini ternyata tidak mencakup bakteri Streptococcus yang
ada di sini.

Jadi yang terpenting adalah membentuk kekebalan tubuh anak sejak dini.
Yang paling sakti adalah air susu ibu. Dokter Sri Rezeki mengingatkan
salah satu risiko tertinggi terkena pneumokokus adalah tidak atau hanya
sebentar mendapat ASI. ”Menyusui terbukti menurunkan angka terkena
penyakit infeksi pada bayi dan anak,” katanya.

Andari Karina Anom


http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/05/18/KSH/mbm.20090518.KSH130318.id.html

Saturday, March 13, 2010

Yuk, Belajar Pertolongan Pertama Kecelakaan pada Anak.



Kegiatan :
Belajar bersama pertolongan segera untuk kecelakaan pada anak di rumah.

Latar belakang :
Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu, dari bayi sampai dengan lanjut usia, pada keluarga miskin maupun kaya. Kecelakaan pun bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Selain itu kecelakaan juga bisa terjadi dimana saja termasuk di dalam rumah kita sendiri.

Rumah sering dipandang sebagai tempat yang paling aman untuk anak-anak kita. Ini membuat kita sering kali abai untuk mempelajari kecelakaan-kecelakaan yang bisa terjadi di rumah, bagaimana mengantisipasinya dan menolongnya. Pun menjadi lalai untuk menyiapkan atau menyediakan hal-hal yang diperlukan untuk memberikan pertolongan segera sebelum dibawa ke dokter/tempat pengobatan. Karena itu rumah pun sering kali menjadi tempat yang perlu mendapat perhatian keamanannya, terutama bila ada anak-anak.

Sikap panik orang dewasa juga sering kali mendominasi pikiran & perasaan ketika kecelakaan terjadi. Ini membuat mereka sulit untuk bertindak rasional. Dalam situasi panik pun hal-hal yang sudah dipelajari & dipersiapkan menjadi sulit dilakukan.

Menjadi penting untuk orang dewasa mencermati situasi di rumahnya. Mempelajari hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan kecekaan di rumah dan bagaimana mengantisipasinya. Juga perlu mempelajari pertolongan segera yang mungkin bisa dilakukan di rumah dan hal-hal apa saja yang sebaiknya tersedia di rumah untuk memberikan pertolongan segera. Di sisi lain orang dewasa pun perlu mengenali kecelakaan seperti apa pada anak yang bisa dan perlu mendapat pertolongan segera serta kapan sebaiknya segera ke dokter/tempat pengobatan.

Berbagai kecelakaan yang mungkin terjadi di rumah di antaranya : kesetrum, menelan bahan kimia berbahaya, tersedak, menelan benda kecil, mimisan, benda kecil masuk hidung, telinga kemasukan hewan atau benda kecil, tenggelam, jatuh dan muntah, terbentur (kejedug), terpercik minyak panas, menyentuh benda panas, keracunan makanan/minuman, terkena pecahan kaca, patah tulang, dll.

Ada kalanya pertolongan segera yang tidak tepat justru memperparah kondisi korban.

Jogja Parenting Community adalah kelompok dukungan swadaya dari orang tua di Jogjakarta kepada para orang tua untuk memberikan asi dan melakukan pengasuhan anak secara rasional.

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi sosial yang mempunyai kepedulian dalam berbagai hal seperti donor darah, pemberian bantuan kemanusiaan dalam situasi bencana dan konflik, pencarian orang hilang dan penanganan kegawatdaruratan atau yang lebih dikenal dengan pertolongan pertama (first aid).


Kali ini JPC bersama-sama dengan PMI mengadakan pendidikan kepada para orang tua untuk mempelajari bersama pertolongan segera untuk kecelakaan-kecelakaan pada anak yang terjadi di rumah.

Tujuan :
1. Mengetahui cara-cara memberi pertolongan segera pada kecelakaan di rumah yang terjadi pada anak-anak
2. Mengetahui kapan perlu segera membawa anak-anak yang mengalami kecelakaan di rumah ke dokter/tempat pengobatan
3. Mengetahui hal-hal yang perlu disiapkan di rumah untuk memberikan pertolongan segera
4. Mempelajari bersama tips mengantisipasi kecelakaan di rumah bagi anak.

Waktu :
Sabtu, 24 April 2010, pukul 09.00-12.00 atau

Tempat :
PUSDIKLAT PMI DIY

Jl. Brigjen Katamso Kompleks Perkantoran

Selatan Purawisata Yogyakarta

55152

Pembicara :
dr. Lipur Riyantiningtyas Budi setyowati, SpF.,PKK

(PMI DIY)

Materi :
Materi akan disampaikan secara menarik dilengkapi dengan tayangan-tayangan yang memperjelas materi. Dalam penyampaian materi juga akan dilakukan peragaan-peragaan yang bertujuan untuk memperjelas cara-cara memberikan pertolongan segera.

Biaya :
35 ribu/orang atau 60 ribu/pasangan

Fasilitas peserta :
Konsumsi
Makalah
Diskusi dan Simulasi
Doorprze

Informasi dan Pendaftaran :
Fitri (08156870929)
Indana (0811267583)
e-mail : jogjaparenting@gmail.com

Pendaftaran langsung :
Diani Jl. Kenari No.06 Yogya
Telp 0274-3224540 (jam kerja)

:: JPC ::
www.jogjaparentingcommunity.blogpsot.com

Sunday, January 31, 2010

Gathering JPC Februari 2010

Undangan Pertemuan JPC Februari dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 07 Februari 2010
Jam : 09.00 - 11.30

Tempat : Pendopo Bu Ning
Jl.Gondosuli GK IV/95 Baciro
(denah terlampir)

Pembicara : Indana Laazulva
Tema : Sahabat ASI
Acara lain : Mensosialisasikan Gerakan "Jogja Peduli ASI"


Semua ibu di undang ya....
ayoo ajakin moms yang lain
untuk yang belum pernah datang
dapat menghubungi Ibu Diani di (0274)3224540, email dnajwa@gmail.com
atau Reny Payus di 085643449817, e-mail mrs.disconackted@gmail.com

Untuk keterangan denah atau tempat pertemuan, hubungi Ibu Yanna di (0274)6862 265, e-mail huday03@yahoo.com


Denah tempat

Tuesday, November 24, 2009

Tips mendapatkan botol untuk asi perah

Hallo semua parents di Jogja apa kabarnya? semoga selalu sehat dan bahagia ya :)

Jika anda ibu bekerja dan ingin memberikan ASI eklusif selama 6 bulan tentu memerah ASI adalah keharusan dan tentu saja botol tempat penyimpanan ASI sangat diperlukan.
Berikut ini ada cara bagaimana memiliki botol asi perah murah tapi aman.

1.Kumpulkan botol kaca bekas air minum UC10** (You C one thousand) sejak anda hamil dan berniat ingin memberikan ASIX namun buang tutup aslinya.

Mengapa sejak hamil karena ketika anak kita lahir kemungkinan besar waktu kita sudah habis untuk mengurus si kecil, jadi kesempatan untuk mengumpulkan botol asi perah juga tdk ada.

Mengapa tdk menggunakan tutup aslinya? karena tutup aslinya terbuat dari seng jadi akan sangat mudah berkarat jika digunakan dan tentu menjd tidak sehat.

2. Bersihkan botol tersebut dengan merendamnya pada air sabun selama 1 jam atau lebih lama, dengan perendaman yang lama maka labelnya akan mudah dibersihkan dan jangan lupa utk menyikat bagian dalamnya, lalu tiriskan biar kering. Setelah kering simpan.

3. Untuk mengganti tutup asli dan agar botolnya mendapat tutup yang aman, parents dapat membeli tutup plastik yang pas di Toko Tekun Jaya Jl. Suyatmajan 55 Telp. 0274-561012, 541085 Fax.0274-541085 harganya 13.000 nanti mendapat 100 tutup botol (murah kan?)

4. Ketika akan digunakan, meski botol kaca ini sudah bersih sebaiknya tetap disterilkan dulu dengan dicuci lalu direbus selama 3-5 menit posisi mendidih, keringakan dan dinginkan.
Namun tutup botol plastiknya jangan direbus ya cukup cuci dengan sabun lalu di celupkan ke air mendidih yang apinya sudah dimatikan, sebentar saja lalu keringkan.

Nah botol siap digunakan :)

Namun untuk parents yg di luar jogja dan ingin mendapatkan tutup botol atau beserta botolnya kami akan berusaha membantu.
Uang yang masuk atas pembelian botol asi perah ini sepenuhnya masuk kas JPC untuk mendukung kegiatan selanjutnya.

Semoga Tips ini bermanfaat, untuk komentar dan pertanyaan dapat melalui email ke dnajwa@gmail.com

Salam ASI & Rational Parenting

Diani

PS : Terimakasih kepada mba Siti Hikmatun atas menemukanya Toko Tekun Jaya :)

Monday, October 12, 2009

PESAT Yogyakarta 2009

Memang tak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Maka tak heran jika orangtua mudah panik bila anak sakit. Juga mudah nervous untuk orang tua baru. Selalu bertanya-tanya sudahkah saya memberikan yang terbaik untuk anak? Apakah yang saya lakukan selama ini sudah benar?

Belum lagi pertanyaan-pertanyaan seperti : Si kecil tidak semontok anak tetangga? Atau justru jauh lebih besar daripada anak kebanyakan?

Anak batuk pilek diinhalasi? Sudah benarkah? Bagaimana dengan Asma?

Anak saya terkena flek & harus minum obat selama 6 bulan. Bagaimana memastikan anak saya tidak terpapar obat-obatan yang berlebihan?

Apa yang harus dilakukan ketika anak diare, demam & kejang, jatuh, menelan benda kecil?

Mungkin itu semua adalah pertanyaan langganan hampir semua orang tua. Tentu saja masih ada deretan pertanyaan yang terkait dengan kesehatan gigi anak, tumbuh kembang, penggunaan multivitamin, imunisasi, dan yang (sepertinya) tak habis-habis dibahas: penggunaan antibiotik.

Sejauh mana pemahaman kita akan hal tersebut? Kita memang dituntut untuk menjadi konsumen kesehatan yang cerdas, kritis, dan asertif sebagai upaya melindungi keluarga kita.

Yayasan Orangtua Peduli kembali menghadirkan seminar setengah hari Program Edukasi Orangtua Sehat (PESAT) Yogyakarta, minggu, 15 Nopember 2009, 08.30 - 15.00 WIB (Lama kegiatan ± 6 jam).

Adapun topik-topik yang akan dibahas pada PESAT Yogyakarta 2009 adalah:

Topik 1 : Common Problem In Children (Penyakit-penyakit umum pada masa kanak-kanak)
Diare, muntah, sakit perut berulang, selesma, dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit langganan anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah pahamkah kita tata laksana yang tepat untuk itu? Apakah memang betul anak-anak kita memerlukan obat-obatan? (Does my child really need drugs?) Diskusikan di sini.

Topik 2 : Demam
Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, demam adalah gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi ? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam? Berbahayakah kejang demam? Apakah tiap kali anak demam perlu diberi obat anti kejang? Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam, berikut tata laksana penanganannya secara rasional.

Topik 3 : Rational Use Medicine (Penggunaan Obat Secara Rasional)

Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi? dll. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.

TEMPAT:
Ruang Pertemuan RM. Adem Ayem lantai 2 Jl. P. Mangkubumi No.101 Yogyakarta

*PEMBICARA*
Pembicara PESAT terdiri dari pembicara tetap dan pembicara tamu.

*Pembicara Tetap :
Dr. Purnamawati, SpAk, MMPed.
Mantan staf pengajar di FKUI, aktif menyelenggarakan kegiatan seminar, radiotalkshow, dan membina milis (sehat@yahoogroups.com) dan situs kesehatan (www.sehatgroup.web.id) dengan satu tujuan, mencerdaskan konsumen kesehatan Indonesia agar dapat mempersembahkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak.

*Pembicara Tamu :
Pembicara tamu ini berasal dari kalangan medis, baik akademisi maupun praktisi, dan non medis yaitu dari orangtua *(smart parents).

Pembicara tamu kali ini adalah dr Yulianto Santoso K. Beliau salah satu dokter umum pada milis sehat@yahoogroups.com dan Markas Sehat Jakarta

*BIAYA*
Peserta perorangan : Rp.60.000,- per orang

Peserta pasangan/suami–istri: Rp.100.000,- per pasangan

*Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah, konsumsi dan seminar kit.

**MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN**

Media pendaftaran
*1. Daftar langsung melalui contact person berikut :
1) Fitri Andyaswuri 0812 272 0676
2) Chandra Rudy 085 6285 7669 atau 0274 552752
3) Diani Rahman 0274 3224540 atau 085 228 669 4452.

*2. Melalui email ke : pesat.jogja@gmail.com, dengan Subjek: Pendaftaran

Melengkapi data diri calon peserta :
Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
Kepesertaan :
*Paket Pasangan/Perorangan

**Note : pendaftaran melalui milis tidak dilayani.

*Cara pembayaran bagi yang mendaftar melalui email:
1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:pesat.jogja@gmail.com

2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke :

Bank Mandiri 1370006436717 a.n. Yanna Hudayanti
Bank BCA 4560379809 a.n. Yanna Hudayanti
Bank BNI Cabang UGM Yogya, no rek 0038217998 a.n. Fitri Andyaswuri

3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Yanna Hudayani 0816 68 3034 atau ke Fitri Andyaswuri 0812 272 0676
atau email ke : pesat.jogja@gmail.com dengan Subjek: *Konfirmasi Pembayaran.*
Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer

**Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan nama lengkap calon peserta.

**PERSYARATAN dan TATA TERTIB*
Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan berikut :

1. Mohon memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan waktu pendaftaran. Diluar waktu, cara, dan contact person yang telah ditentukan di atas, semua pendaftaran dan pembayaran dianggap tidak sah dan tidak diterima oleh panitia.

2. Pendaftaran akan ditutup tanggal 10 Nopember 2009 atau setelah kuota peserta terpenuhi.

3. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan mengikuti kuis.

4. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan/atau copy resep dokter anak(tidak wajib bagi yg single/belum memiliki anak), diserahkan pada waktu daftar ulang.

5. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau ditengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.

Nah, jangan sampai ketinggalan PESAT lagi yah….segera daftarkan diri Anda! Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia pesat.jogja@gmail.com atau contact person tersebut di atas.

Salam SEHAT,
Panitia PESAT Yogyakarta

nb: Siapa aja bisa ikut, tdk harus ortu yg punya anak. Nenek/kakek, budhe pakdhe, om tante, yg baru nikah, yg lagi hamil, yg punya adek, baby sitter, guru playgroup-TK-SD, yg masih single pun okay :)

Thursday, September 3, 2009

KOPDAR Jogja di Bulan Puasa

Dear Ibu Ibu JPC,

Kopdar yuk. Meskipun di bulan puasa, kopdar jalan terus :) buat moms yg puasa malah sambil nunggu bedug buka. Buat yg nggak puasa bisa ngumpul2, kenalan dengan milister2 jogja yang baru gabung maupun yang udah nggak aktif, sambil ngobrolin menyusui di bulan puasa, donor asi & saudara sepersusuan.

Hari minggu 6 sept 09, jam 15.00 - 17.30.

Tempatnya di rumah kun budiasih, jl kaliurang km 9 gang palem raya 1 no 1. Ancer2 : sebelum perumahan bale hinggil ada jalan ke timur, di pojokannya ada workshop furniture, itu jalan palem raya.

Asyiknya, ada mom yg nyediain doorprize neh. Mom yg lain ada yang mau nyediain juga supaya tambah fun? Atau mau bawa makanan/minuman untuk buka, boleh2 saja karena ini acara dari kita untuk kita.

Silakan konfirmasi ke : kun 0813 287 91606, diani 0274 3224540, atau fitri 0815 687 0929. Ditunggu ya moms.

KOPDAR Jogja di Bulan Puasa

Dear Ibu Ibu JPC,

Kopdar yuk. Meskipun di bulan puasa, kopdar jalan terus :) buat moms yg puasa malah sambil nunggu bedug buka. Buat yg nggak puasa bisa ngumpul2, kenalan dengan milister2 jogja yang baru gabung maupun yang udah nggak aktif, sambil ngobrolin menyusui di bulan puasa, donor asi & saudara sepersusuan.

Hari minggu 6 sept 09, jam 15.00 - 17.30.

Tempatnya di rumah kun budiasih, jl kaliurang km 9 gang palem raya 1 no 1. Ancer2 : sebelum perumahan bale hinggil ada jalan ke timur, di pojokannya ada workshop furniture, itu jalan palem raya.

Asyiknya, ada mom yg nyediain doorprize neh. Mom yg lain ada yang mau nyediain juga supaya tambah fun? Atau mau bawa makanan/minuman untuk buka, boleh2 saja karena ini acara dari kita untuk kita.

Silakan konfirmasi ke : kun 0813 287 91606, diani 0274 3224540, atau fitri 0815 687 0929. Ditunggu ya moms.

Wednesday, August 26, 2009

Pemberian ASI Eksklusif di Bantul Baru Capai 40 Persen

BANTUL, KOMPAS.com - Kesadaran untuk memberikan air susu ibu atau ASI secara eksk lusif bagi bayi di Bantul tergolong masih rendah. Baru sekitar 40 persen ibu yang memberikan ASI ekslusif berturut-turut hingga bayi berusia enam bulan. ASI Ekslusif membuat sistem kekebalan bayi lebih kuat sehingga tidak mudah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupatan Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said mengatakan, ASI eksklusif mulai diberikan ketika bayi baru lahir hingga enam bulan kemudian, tanpa tambahan apapun. "Kebanyakan ibu-ibu sudah menambah makanan tambahan atau susu kaleng sebelum bayi berusia enam bulan," katanya.

Ada berbagai alasan mengapa ibu-ibu tidak memberikan ASI secara ekslusif. Pertama, faktor ketidaktahuan. Si ibu merasa perkembangan usia anak membuat kebutuhan makanan meningkat, sehingga ia menambahkan makanan atau susu tamabahan. " Biasanya diberikan ketika anak menangis terus. Si ibu berpikir kemungkinan besar anaknya sedang lapar. Padahal, tangisan anak bisa disebabkan berbagai faktor," katanya.

Kedua, faktor kesibukan ibu. Kalangan ibu rumah tangga yang berperan ganda yakni sebagai pengasuh anak dan pekerja kerepotan mengatur waktunya. Mereka tidak mungkin selalu berada di sisi anaknya. Akhirnya, ASI hanya diberikan saat si ibu sedang di rumah saja. Untuk mengantisipas inya, ibu bisa saja memeras ASI-nya terlebih dahulu sebelum meninggalkan buah hatinya.

Menurut Zaenab, ASI eksklusif membuat anak jarang sakit karena sistem kekebalan tubuhnya sangat bagus, terutama terhadap penyakit diare. "Pertumbuhan bayi juga lebih baik karena berat badannya tidak mungkin kurang atau kegemukan. Kalau pakai susu kaleng biasanya tubuh bayi menjadi gendut. Padahal, kegendutan tidak bagus bagi bayi," katanya.

Tuesday, August 25, 2009

(KOMPAS) Tolak Pengesahan RUU Kesehatan

Tolak Pengesahan RUU Kesehatan
oleh: Rahadian P. Paramita

Sejumlah Elemen Tolak Pengesahan RUU Kesehatan | Kamis, 20 Agustus 2009 | 21:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Rencana yang akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kesehatan bulan ini sepertinya akan tertunda. Klausul yang menyatakan tenaga kesehatan dapat memberikan susu formula bayi untuk memenuhi kebutuhan bayi rupanya menjadi perdebatan.

Klausul yang terdapat dalam pasal 88 dan 89 itu menimbulkan reaksi. Pencantuman kata susu formula dianggap tidak tepat dan justru membuat masyarakat salah pengertian. Oleh karena itu, Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI menolak dengan tegas RUU tersebut.

"Tidak usah disebutkan bagaimana cara memperbaiki gizi baik. Yaitu dengan makanan seimbang, bukan 4 sehat 5 sempurna. Pasal (itu) buat salah kaprah," ujar DR. dr. Sri Durdjati Boedihardjo, SPGK, PhD, IBCL, dari Perhimpunan Perinatologi Indonesia, dalam konfrensi pers penolakan RUU Kesehatan, di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (20/8).

Ia menuturkan, penyebutan susu formula dalam suatu Undang-undang sama saja dengan penyebutan suatu jenis obat, dan hal tersebut tidak dibenarkan. Klausul tersebut juga akan menimbulkan kerancuan, masyarakat akan mengidolakan susu formula.

"Padahal pemberian susu formula bukan hal yang tepat untuk menyembuhkan mal nutrisi. Donasi dari ibu akan jauh lebih baik," kata dia.

Dokter Utami Rusli, SpA, MBA, IBCLC dari sentra laktasi menambahkan, justru susu formula yang menjadi penyebab gizi buruk pada anak. Pemakaian susu formula bagi anak tidak tepat. Susu formula hanya cocok bagi anak sapi," katanya,

Selain mempermasalahkan klausul penggunaan susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayi, Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI juga meminta DPR mencabut penjelasan pasal 88 ayat (2) yang berbunyi Pemberian air susu ibu dapat berupa pemberian ASI ekslusif dan non eksklusif.

Pasalnya penjelasan tersebut bertentangan dengan SK Menteri Kesehatan No: 450 /MENKES/SK/IV/2004 yang menetapkan pemberian ASI secara ekslusif sejak lahir sampai dengan berumur enam bulan.

Mia Susanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia mengatakan, terdapat kejanggalan pada klausul tersebut. Pasalnya pada draft awal RUU kesehatan, tidak dicabtumkan mengenai penggunaan susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi. Draft tesebut baru muncul pada bulan Juni.

Pekan depan Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI, rencananya akan bertemu dengan Komisi IX DPR RI untuk menyampaikan keberatan mereka. "Diharapkan usulan kita akan lolos, atau paling tidak pengesahan RUU tersebut akan dipending sampai DPR periode selanjutnya," harap Mia.

Saturday, August 15, 2009

PANTI ASUHAN Jogja

PANTI ASUHAN Jogja

* PA. Tunas Harapan
Jl. *.* C Jalan Kenari No 7 Miliran Telp. 563598

* Panti Asuhan Gembala Baik
Jl. *.* C Gampingan WB I/756 Yk Telp. 561061

* Panti Asuhan Panti Putri Islam
Jl. *.* C Jln Pramuka No. 68 Telp. 374012

* Panti Asuhan Putra Marga Yayasan Insan Mandiri
Jl. *.* C Gambiran UH V/319 Telp. 414276

* Panti Asuhan. Anak Terlantar Wiloso Projo
Jl. *.* C Gowongan lor JT III/211. Telp. 540625
* Panti Asuhan. Atap langit
Jl. *.* C Keparakan Kidul MG I/1079 telp. 413490

* Panti Asuhan. Dharma Retnaning Putra
Jl. *.* C Jalan Kusumanegara No 105 B Telp. 564869,885062
* Panti Asuhan. Islam Ibadah Bunda
Jl. *.* C Bangirejo KW I/50 Telp. 512220
* Panti Asuhan. Prayuwana
Jl. *.* C Ngadisuryan Yogyakarta Telp. 374819, 373390
* Panti Asuhan. Rekso Putro Bagian Putri
Jl. *.* C Resonegaran GK V/1291 Telp. 589250
* Panti Asuhan. Yatim Putra Islam
Jl. *.* C Giwangan UH VII/2 Telp. 372524
* Panti Asuhan. Yatim Putra Muhammadiyah
Jl. *.* C Jalan Lowano MG III/1361 Telp. 373113
* Panti Asuhan. Yatim Putri Aisyiyah
Jl. *.* C Jalan Munir 109 Telp. 374918
* Panti Asuhan. Yayasan Tuna Netra Islam
Jl. *.* C Jalan Paris no 46 Yogyakata Telp. 377430
* Panti Asuhan. YPPAG
Jl. *.* C Jalan Imogiri No 224 Yogyakarta Telp. 448329

Tuesday, July 28, 2009

Undangan Acara Pekan ASI JPC

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha ESA, atas karunia kesehatan dan kesempatan hidup terbaik bagi keluarga kita.

Dalam rangka PEKAN ASI SEDUNIA 2009, JOGJA PARENTING COMMUNITY sebagai Komunitas Pendukung ASI dan Parenting Sehat mengadakan kegiatan :

Gathering keluarga ASI

Hari : Ahad, 2 Agustus 2009, Jam 09.00 -12.00.

Tempat : Gedung UPP UNY Jl. Kenari no. 6 (Timoho) Yogyakarta.

Narasumber : dr. Lutfi Ghazali , M.Kes ( dosen FK UII dan breastfeeding father)dr. Slamet suswantoro, Rs sardjito.

Acara : Silaturahim keluarga ASI

Pembagian hadiah lomba menulis kisah Bapak ASI (breastfeeding father) dan lomba foto keluarga ASI.

Oleh karena itu, kami mengundang Ibu untuk dapat hadir pada acara tersebut. Konfirmasi dapat melalui nomor telepon 081328791606 (Kun) atau 02743224540 (Diani).

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha ESA memberikan kemudahan bagi kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.


denah :


Acara ini dipersembahkan oleh:


Terimakasih
Reny Payus


Lituhayu Shop mommy cakes  Shania Online Cake Shop

Toys World Sprei Diani Lare Lare Educative t-Shirt
 
mama ihsan shop
NB: DIWAJIBKAN MEMBAWA KADO SILANG. HARGA KADO TIDAK BOLEH LEBIH DARI 15 RIBU

Tuesday, July 14, 2009

Lomba Pekan ASI JPC

Dear all JPC’ers

Dalam rangka menyambut pekan ASI 2009 pada tanggal 2 Agustus 2009 Jogja Parenting Community mengadakan serangkaian kegiatan sebagai berikut:

    
Lomba "Foto Keluarga Ceria"
Lomba “Father sharing breastfeeding moment”

      di sini kami ingin mendengarkan bagaimana kisah2 ayah dalam mendukung sang ibu dalam memberikan ASI untuk buah hati tercinta. Pastilah ada kisah bahagia, lucu ataupun sedih dalam proses ini. Ayo para ayah kami tgg sharingnya

      Syarat cerita minimal 50 kata. Dapat dikirim melalui


Multiply : RenyPayus
E-mail   :  Fitri Andyaswuri titi.fitri@gmail.com
               Diani Najwa dnajwa@gmail.com
sms      :  Reny Payus 085643449817
               Diami Najwa 0274-3224540

Lomba ini berlangsung dr hari ini s.d. 31 Juli 2009. Kami tdk menentukan juara 1,2,3 namun peserta lomba "Foto Ceria " dan “Father sharing breastfeeding moment” yang ceritanya menarik dan menggugah hati akan mendapatkan bingkisan menarik.


Acara ini dipersembahkan oleh:


Terimakasih
Reny Payus


Lituhayu Shop mommy cakes  Shania Online Cake Shop

Toys World Sprei Diani Lare Lare Educative t-Shirt
 
mama ihsan shop

Sunday, May 31, 2009

Gathering JPC Juni, 09

Pertemuan JPC Juni dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 21 Juni 2009
Jam : 09.00 - 11.00

Tempat : Pendopo Bu Ning
Jl.Gondosuli GK IV/95 Baciro
(denah terlampir)

Pembicara : Mbak Wening
Tema : Mengelola Emosi Anak


Semua ibu di undang ya....
ayoo ajakin moms yang lain
untuk yang belum pernah datang
dapat menghubungi Ibu Diani di (0274)3224540, email dnajwa@gmail.com
atau Reny Payus di 085643449817, e-mail mrs.disconackted@gmail.com

Untuk keterangan denah atau tempat pertemuan, hubungi Ibu Yanna di (0274)6862 265, e-mail huday03@yahoo.com


Denah tempat

Sunday, May 10, 2009

Gathering JPC MEI, 2009

Undangan Pertemuan JPC April dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 17 Mei 2009
Jam : 09.00 - 11.00

Tempat : Kediaman Ibu Luciyanna/Lusi
jl. Cendrawasih No.8
Plemburan
(denah terlampir)

Pembicara : pak Bayu
Tema : Komunikasi dengan Anak


Semua ibu di undang ya....
ayoo ajakin moms yang lain
untuk yang belum pernah datang
dapat menghubungi Ibu Diani di (0274)3224540, email dnajwa@gmail.com
atau Reny Payus di 085643449817, e-mail mrs.disconackted@gmail.com

Untuk keterangan denah atau tempat pertemuan, hubungi Ibu Lucy di 081802787254, e-mail luciyanna_wattimena@yahoo.com

Denah tempat



Terimakasih
Reny Payus

Friday, May 8, 2009

Etiket Komunitas JPC

assalamialaikum
saya mengusulkan semacam netiket ( karena tidak di net namanya etiket) etiket komunitas JPC yang perlu kita tuliskan hitam di atas putih, sebagaimana kita mendapatkan hal yang sama ketiak berkumpul di afb atau milis lainnya.
ETIKET komunitas JPC

1. JPC adalah perpanjangan tangan dari komunitas asiforbaby@yahoogroups.com. Dengan demikian visi-misi utama JPC adalah menjadi komunitas PRO ASI demi tumbuh kembang anak Indonesia menajdi generasi terbaik.
2. Yang bergabung dengan JPC adalah keluarga ( boleh ibu/bp/anak) yang emndukung penggunaan ASI. Sekalipun belum berhasil melaksanakan ASIX atau ASI 2 tahun, tetap harus memiliki pandangan positif dengan ASI. Penerimaan anggota tetap akan dirumuskan melaui rapat pengurus, dengan asumsi anggota telah aktif minimal 3 kali kegiatan.
3. Kegiatan JPC diutamakan mendukung misi pemberdayaan ibu melalui ASI
4. Kegiatan yang menjadi pendukung adalah kegiatan dengan topik yang sinergis dengan tumbuh kembang anak melalui pendidikan & parenting yang sehat.


Beberapa hal yang perlu diatur antara lain:
1. Tidak diperkenankan melibatkan unsur-unsur yang bersifat penghambat pemberdayaan ASI, termasuk susu formula, dot dan lain-lain yang tidak sesuai dengan visi-misi ASI. Hal ni termasuk dalammenjalin sponsorship.
2. Tidak diperkenankan menjadi perpanjangan tangan produk / bisnis tertentu kecuali melalui mekanisme kerjasama yang disepakati oleh pengurus.
3. Kegiatan gathering bulanan harus diisi dengan topik ASI dan pendidikan anak ( berselang-seling ) dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. Penentuan narasumber dikonsultasikan dengan bagian edukasi ( mbak Fitri, mbak Dwi).
4. Kegiatan bisnis personal perlu dihargai namun harus menimbang etika komunitas. Kegiatan bisnis personal diijinkan dengan melalui jalur non formal ( jalur pribadi/ ramah-tamah). Pelaksanaan kegiatan bisnis diberikan waktu pada akhir kegiatan ( setelah topik utama dan sharing JPC selesai).
5. Dengan demikian agenda standar adalah :
1. pembukaan
2. Topik utama
3. Sharing
4. ramah tamah ( bebas)
hal ini diatur agar menjaga independensi JPC

Trims
Kun Sri Budiasih
Ketua Jogja Parenting Club

Thursday, April 9, 2009

Gathering JPC April, 09

Undangan Pertemuan JPC April dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 26 April 2009
Jam : 09.00 - 11.00

Tempat : Pendopo Bu Ning
Jl.Gondosuli GK IV/95 Baciro
(denah terlampir)

Pembicara : Mbak Wiwin (Educator)
Tema : Sharing pendidikan anak
Acara lain : Makan ice cream KOEL dan pembagian voucher bakso cak Masroer...


Semua ibu di undang ya....
ayoo ajakin moms yang lain
untuk yang belum pernah datang
dapat menghubungi Ibu Diani di (0274)3224540, email dnajwa@gmail.com
atau Reny Payus di 085643449817, e-mail mrs.disconackted@gmail.com

Untuk keterangan denah atau tempat pertemuan, hubungi Ibu Yanna di (0274)6862 265, e-mail huday03@yahoo.com


Denah tempat

 

blogger templates | Make Money Online